UPDATESATU.COM - Jika Anda menjual produk atau jasa apa pun, cara terbaik untuk menarik perhatian pelanggan agar melakukan pembelian adalah dengan memberikan bonus yang disertakan bersama produk atau jasa yang ditawarkan.
Namun, sebelum Anda menentukan jenis bonus yang akan diberikan, sebaiknya simak pembahasan ini hingga akhir.
Salah satu strategi untuk meningkatkan konversi penjualan adalah dengan memberikan bonus pembelian.
Oleh karena itu, pilihlah bonus yang relevan dengan produk utama yang Anda tawarkan. Agar bonus tersebut lebih menarik, pisahkan bonus dari produk utama. Strategi ini telah terbukti efektif berdasarkan berbagai penelitian.
Sebagai contoh, toko A menawarkan satu cupcake dan dua roti cokelat dengan harga Rp15.000, sedangkan toko B menawarkan satu cupcake seharga Rp15.000 dengan bonus dua roti cokelat. Menurut Anda, toko mana yang lebih berpotensi menjual lebih banyak cupcake?
Sebagai pelanggan, tentu Anda akan lebih tertarik pada toko B yang menawarkan cupcake seharga Rp15.000 dengan bonus dua roti cokelat.
Dalam contoh lain yang berkaitan dengan penjualan daring, misalnya seseorang menjual perangkat lunak, bonus yang diberikan sering kali digabungkan dalam satu file dengan produk utama. Meskipun terlihat praktis, beberapa pelanggan justru kebingungan mencari bonus yang dijanjikan. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya file perangkat lunak dan bonus diberikan secara terpisah.
Dengan demikian, pelanggan tidak akan merasa tertipu dan justru semakin yakin dengan penawaran yang diberikan.
Terdapat berbagai strategi dalam menjual produk secara daring, salah satunya adalah memberikan bonus saat pembelian.
Bonus paling sederhana adalah potongan harga. Namun, pemberian potongan harga tidak boleh dilakukan sembarangan.
Umumnya, pelaku bisnis menentukan batas waktu tertentu agar pelanggan terdorong secara psikologis untuk segera melakukan pembelian.
Sayangnya, banyak pelaku bisnis yang tidak konsisten dalam menerapkan strategi tersebut. Meskipun masa promo telah berakhir, mereka tetap memperpanjangnya.
Kesalahan ini sering kali merusak reputasi bisnis karena pelanggan merasa bisnis tersebut tidak dapat dipercaya. Oleh karena itu, konsistensi dalam memberikan bonus sangat penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan.
Pada bagian sebelumnya telah dibahas cara mengemas bonus agar terlihat lebih menarik, yakni dengan memisahkannya dari produk utama. Namun, penting pula memastikan bahwa bonus yang diberikan memiliki relevansi dengan produk utama yang dijual.
Sebagai contoh, jika Anda menjual ponsel cerdas terbaru, maka pilihlah bonus yang berhubungan dengan produk tersebut, seperti cashback pulsa atau paket internet.
Bonus semacam ini lebih menarik karena dapat langsung digunakan untuk mendukung penggunaan ponsel tersebut. Dengan demikian, pelanggan akan merasa mendapatkan manfaat tambahan dari pembeliannya.
Jika Anda masih bingung dalam menentukan bonus yang tepat, coba tanyakan pada diri sendiri:
Apakah bonus yang diberikan dapat mendukung penggunaan produk utama?
Apa langkah berikutnya yang akan diambil pelanggan setelah membeli produk tersebut?
Sebagai contoh, jika produk yang dijual adalah video tutorial, maka bonus yang relevan bisa berupa e-book pendamping, akses ke komunitas diskusi, atau video tambahan dengan durasi lebih singkat sebagai pelengkap materi.
Memberikan bonus pembelian merupakan strategi efektif untuk meningkatkan konversi penjualan. Namun, penting untuk memilih bonus dengan cermat dan menyajikannya dengan strategi yang tepat. Jangan asal memberikan bonus, karena bonus yang tidak relevan mungkin tidak memberikan dampak yang diharapkan.
Semoga informasi ini bermanfaat. (*)