UPDATESATU.COM - Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam potensi, baik dari segi budaya maupun sumber daya alam.
Keanekaragaman tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai peluang usaha. Potensi ekspor Indonesia juga sangat besar, baik dalam sektor kemaritiman maupun agraris.
Beberapa produk yang memiliki peluang ekspor tinggi adalah sebagai berikut:
Produk Mempunyai Nilai Tinggi di Ekspor
1. Produk Perikanan, Pertanian, dan Kelautan
Produk ekspor pertama berasal dari sektor maritim dan agraris. Indonesia memiliki tanah yang subur serta lautan yang luas, sehingga terdapat berbagai potensi usaha di dalamnya.
Kekayaan maritim Indonesia meliputi perikanan, kelautan, sumber daya mineral, hubungan internasional, serta pariwisata.
Bahkan, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil ikan terbesar di dunia. Hal ini didukung oleh kekayaan ikan di perairan Indonesia yang mencapai 6,4 juta ton setiap tahunnya.
Potensi ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk diekspor.
Sementara itu, pada sektor agraris mencakup pertanian dan perkebunan. Setiap wilayah di Indonesia memiliki hasil pertanian dan perkebunan yang khas. Hasil pertanian seperti padi, pala, wijen, jagung, serta berbagai tanaman lainnya dapat diekspor dalam bentuk mentah.
Pelaku UMKM juga dapat mengolahnya menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai jual tinggi.
Sayangnya, potensi ini masih belum dimanfaatkan secara optimal. Diperlukan kesadaran dari masyarakat umum, pelaku usaha, serta pemerintah untuk mengembangkan sektor ini.
2. Produk Tekstil
Produk tekstil merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang menjanjikan. Banyak produk tekstil yang berasal dari sumber daya hewani dan nabati.
Produk tekstil yang diekspor umumnya sudah berbentuk barang jadi, seperti kain, sarung, pakaian, tas, dan aksesori lainnya.
Produk tekstil memiliki peluang ekspor yang tinggi karena proses pembuatannya yang kompleks dan detail. Harga produk tekstil umumnya relatif mahal, tetapi kualitasnya tidak perlu diragukan. Setiap daerah memiliki ciri khas tekstilnya sendiri, seperti kain tapis dari Lampung, kain cepuk dari Nusa Penida, dan lainnya.
Produk tekstil ini umumnya berasal dari serat alami, serat buatan, atau campuran. Beberapa produk tekstil tradisional bahkan diminati oleh wisatawan mancanegara.
3. Rempah-rempah
Tanah yang subur membuat Indonesia kaya akan tanaman, termasuk rempah-rempah. Indonesia dikenal dengan kekayaan bumbu dan rempah dalam masakannya. Tidak jarang wisatawan mancanegara membeli rempah-rempah khas Indonesia untuk dibawa ke negara asalnya.
Mengingat peluang usaha ini sangat menjanjikan, produsen rempah-rempah di Indonesia perlu lebih memperhatikan peluang ekspor ini. Terlebih lagi, kebutuhan akan rempah-rempah bersifat berkelanjutan dan tidak mengenal musim.
Beberapa komoditas rempah yang berpotensi diekspor meliputi jahe, lengkuas, kunyit, lada, kayu manis, vanili, serta cengkeh. Rempah-rempah ini digunakan dalam bidang kuliner maupun pengobatan. Bahkan, beberapa produk makanan ringan juga menggunakan rempah-rempah sebagai bahan utama.
4. Tanaman Obat
Selain rempah-rempah, tanaman obat juga memiliki nilai ekspor yang tinggi. Permintaan terhadap tanaman obat terus meningkat secara signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2021, ekspor rempah-rempah, tanaman obat, dan aromatik mencapai 272,73 ribu kilogram. Beberapa jenis tanaman obat dan rempah yang banyak diekspor adalah kapulaga, cengkeh, temulawak, kencur, kunyit, serta lidah buaya. Keberagaman tanaman obat ini dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk memperluas usaha mereka melalui ekspor.
5. Kopi dan Cokelat
Peluang ekspor lainnya adalah kopi dan cokelat. Kedua komoditas ini memiliki produk olahan yang sangat diminati di pasar internasional. Banyak orang menyukai kopi dan cokelat sebagai minuman yang nikmat dan dapat meningkatkan suasana hati.
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia dengan produksi sekitar 774,6 ribu ton per tahun. Angka ini menunjukkan potensi besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor kopi.
Wilayah penghasil kopi terbesar di Indonesia berada di Pulau Sumatera. Sementara itu, produksi cokelat banyak terdapat di Sulawesi Tengah dengan produksi tahunan mencapai 130,6 ribu ton, berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2022.
Tips Mengetahui Peluang Pasar Ekspor
Melihat kekayaan alam yang melimpah, banyak pelaku usaha berupaya mengembangkan bisnis mereka ke pasar ekspor.
Namun, sebagian dari mereka masih kesulitan dalam mengetahui peluang pasar ekspor. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui peluang pasar ekspor:
1. Melalui Kementerian Perdagangan
Cara tercepat untuk mengetahui peluang pasar ekspor adalah dengan mengakses informasi dari Kementerian Perdagangan. Dengan mengunjungi kantor Kementerian Perdagangan, pelaku usaha dapat memperoleh berbagai data, seperti kebutuhan komoditas, informasi pembeli, dan lain sebagainya.
2. Mengikuti Pameran atau Eksibisi
Cara lain untuk mengetahui peluang ekspor adalah dengan menghadiri pameran atau eksibisi. Pelaku usaha dapat berpartisipasi sebagai pengunjung atau membuka stan usaha. Beberapa pameran berskala internasional yang diadakan di Indonesia antara lain Trade Expo Indonesia dan Inacraft.
Dalam pameran ini, tersedia sesi business matching yang memungkinkan pelaku usaha untuk menawarkan produk secara langsung kepada calon pembeli dari luar negeri.
3. Berkolaborasi dengan Mitra
Kolaborasi dapat menjadi strategi efektif bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis mereka ke pasar internasional.
Pelaku usaha dapat mencari mitra yang memiliki pengalaman dalam bidang ekspor. Namun, dalam menjalin kerja sama, diperlukan kehati-hatian dalam memilih mitra agar tidak mengalami kerugian.
4. Memanfaatkan Website Direktori
Salah satu cara mencari peluang ekspor adalah dengan menjelajahi laman direktori ekspor. Beberapa situs web menyediakan informasi mengenai pasar ekspor di negara tujuan. Cara ini cukup praktis karena dapat dilakukan dari rumah. Namun, beberapa situs memerlukan akun premium untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.
5. Menggunakan Media Sosial
Media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk memperoleh informasi mengenai ekspor. Informasi di media sosial tersebar dengan cepat, sehingga pelaku usaha dapat mengikuti akun-akun yang memberikan pembaruan mengenai perdagangan global dan peluang ekspor.
Demikian beberapa produk ekspor Indonesia yang memiliki prospek tinggi serta cara untuk mengetahui peluang pasar ekspor.
Jika dikelola dengan baik, produk-produk unggulan ini dapat menjadi sumber pendapatan yang besar bagi pelaku usaha di Indonesia.(*)