UPDATESATU.COM - Konten visual banyak digunakan untuk menyampaikan informasi di media sosial. Bahkan, konten visual juga semakin populer di kalangan penjual daring untuk mempromosikan produknya.
Dilansir dari GetCraft, format konten visual diprediksi dan diperhitungkan sebagai salah satu strategi yang efektif dalam pemasaran di masa depan.
Hal ini tentu menuntut para penjual daring untuk lebih kreatif dalam membuat konten visual, seperti foto, desain, infografis, hingga video.
Agar lebih jelas mengenai jenis konten visual yang diminati oleh target pasar produk yang kamu jual, mari mengenal beberapa jenis konten visual berikut ini.
Data Visualtic Alliance menyebutkan bahwa manusia lebih mudah menyerap informasi dari media sosial. Otak manusia dikatakan dapat merespons visual 60.000 kali lebih cepat dibandingkan dengan teks. Sebuah survei dari HubSpot pada 2018 menyatakan bahwa 85% audiens lebih tertarik untuk membeli suatu produk setelah melihat video tentang produk tersebut.
Kamu bisa mulai membuat berbagai varian konten visual berupa video. Ada banyak jenis konten video untuk bisnis daring yang bisa dicoba, misalnya ulasan produk atau unboxing.
Konten unboxing akan lebih menarik jika disertai dengan edukasi dan tips dalam memilih produk yang tepat, sehingga calon pembeli semakin yakin untuk membeli produk yang kamu tawarkan.
Di era digital ini, banyak orang lebih memilih menonton dibandingkan membaca, termasuk saat mereka mengunjungi halaman produk.
Deskripsi yang terlalu panjang dan bertele-tele dapat membuat calon pembeli kebingungan.
Sementara itu, konten visual yang estetis dan informatif lebih mampu menarik perhatian. Misalnya, informasi mengenai ukuran, warna, dan spesifikasi produk dapat disisipkan dalam desain foto produk.
Kuncinya adalah bagaimana membuat calon pembeli lebih mudah memahami pesan dan informasi produk yang ingin kamu sampaikan.
Salah satu contoh konten visual yang mampu memberikan gambaran jelas adalah infografis. Konten ini dianggap efektif untuk menyajikan banyak informasi dalam bentuk yang mudah dipahami. Infografis juga dapat dibagikan melalui media sosial, seperti Instagram.
Video pendek yang menampilkan fakta unik mengenai keunggulan produk juga dapat menarik perhatian audiens.
Misalnya, jika kamu menjual ponsel, kumpulkan data dan informasi terkait ponsel tersebut untuk dijadikan materi pendukung dalam infografis. Semakin mudah informasi dipahami, semakin besar pula peluang calon pembeli untuk melakukan transaksi.
Menurut hasil studi GetCraft, para pemasar dapat memperoleh tingkat interaksi (engagement) sebesar 37% lebih tinggi di Facebook ketika membagikan konten visual dibandingkan dengan konten yang tidak menggunakan elemen visual. Semakin banyak orang yang membagikan konten promosi kamu, semakin besar pula peluang produk kamu menjadi lebih dikenal.
Namun, pemilihan jenis konten yang tepat juga perlu diperhatikan.
Konten visual yang terlalu berlebihan justru dapat dihindari oleh audiens. Oleh karena itu, cobalah membuat konten visual yang menarik, seperti meme, ilustrasi dengan narasi, atau carousel series di Instagram.
Dengan demikian, konten visual yang kamu buat dapat meningkatkan peluang produkmu dikenal oleh lebih banyak orang dengan cara yang menarik.
Demikian beberapa alasan mengapa konten visual lebih efektif dalam mempromosikan produk yang kamu jual. (*)