UPDATESATU.COM - Halo, Apakah Anda Pemilik Usaha yang Masih Mencampur Uang Perusahaan dan Pribadi? Simak Cara Mudah Memisahkannya!
Bagi Anda yang baru memulai usaha, memisahkan uang pribadi dan uang perusahaan mungkin terasa sulit.
Meskipun usaha Anda masih berskala kecil, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk tidak mengatur keuangan.
Penting untuk dipahami bahwa jika uang pribadi dan uang usaha masih tercampur, bagaimana Anda dapat mengetahui apakah usaha tersebut menguntungkan atau justru stagnan?
Ada banyak hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha, terutama dalam pengelolaan keuangan. Sayangnya, masih banyak pengusaha yang belum memahami cara mengelola keuangan usaha mereka dengan baik.
Berikut adalah beberapa langkah untuk mengelola keuangan usaha kecil Anda.
Cara Mengelola Keuangan Usaha Kecil
1. Pisahkan Uang Pribadi dan Uang Perusahaan
Kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemilik usaha kecil dan menengah (UKM) adalah mencampurkan uang usaha dengan uang pribadi.
Banyak yang berpikir bahwa karena usahanya masih kecil, tidak akan ada masalah jika uang pribadi dan uang usaha digabungkan. Namun, akibatnya adalah kesulitan dalam membedakan antara pengeluaran pribadi dan pengeluaran usaha.
Jika hal ini terus dibiarkan, kebutuhan pribadi akan mengurangi dana usaha secara perlahan. Untuk menghindari masalah tersebut, solusinya adalah memisahkan uang secara fisik.
Jika perlu, gunakan kotak, amplop, atau dompet terpisah untuk menyimpan uang pribadi dan uang usaha.
Akan lebih baik lagi jika Anda menyimpan uang usaha di rekening bank yang terpisah. Bukalah rekening khusus untuk bisnis Anda agar pengelolaan keuangan menjadi lebih tertata. Selain itu, disiplin dalam menerapkan pemisahan uang ini sangat penting.
2. Buat Catatan Arus Kas
Dalam menjalankan usaha, pencatatan keuangan tidak dapat hanya mengandalkan ingatan. Anda harus memiliki catatan yang jelas mengenai pemasukan dan pengeluaran usaha.
Minimal, buatlah buku kas yang mencatat seluruh transaksi keuangan usaha Anda. Lakukan pencocokan saldo setiap hari untuk memastikan tidak ada dana yang terselip.
Untuk memudahkan pencatatan, Anda bisa menggunakan Microsoft Excel atau mencari contoh pencatatan arus kas dari internet. Jika masih kesulitan, buatlah pencatatan sederhana yang minimal mencakup uang masuk dan uang keluar.
3. Rencanakan Penggunaan Uang
Meskipun Anda memiliki modal yang cukup besar, tetaplah membuat perencanaan penggunaan uang yang bijak.
Jangan membelanjakan uang secara berlebihan hanya karena saldo kas terlihat lebih banyak.
Tanpa perencanaan yang baik, Anda bisa saja mengalami kekurangan dana di kemudian hari. Sesuaikan rencana pengeluaran dengan target penjualan dan pemasukan kas.
Jika suatu pengeluaran tidak memberikan manfaat dalam meningkatkan penjualan atau mengurangi biaya operasional, sebaiknya tunda terlebih dahulu.
Sebaiknya, rencana pengeluaran dibuat sebelum bulan baru dimulai.
Sebagai contoh, rencana pengeluaran bulan Maret sudah dirancang sejak bulan Februari.
Dengan demikian, ketika bulan Maret tiba, Anda hanya perlu menjalankan dan melakukan penyesuaian.
Hindari penggunaan dana usaha untuk hal-hal yang tidak penting atau tidak direncanakan sebelumnya. Selain itu, lakukan evaluasi keuangan setiap akhir bulan agar perencanaan untuk bulan berikutnya dapat lebih baik.
4. Lakukan Kontrol Arus Kas Secara Berkala
Salah satu aspek penting dalam pengelolaan keuangan usaha adalah mengontrol arus kas secara rutin. Jika arus kas usaha berjalan lancar, maka berbagai kewajiban pembayaran juga dapat dilakukan dengan tepat waktu.
Pastikan untuk membayar tagihan usaha sebelum jatuh tempo agar tidak terkena denda atau kendala operasional lainnya.
Arus kas yang stabil akan memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha Anda.
Jangan biarkan keuangan usaha mengalami kebocoran karena hal tersebut dapat mengganggu kelangsungan bisnis.
5. Disiplin dan Tegas terhadap Diri Sendiri
Mengelola keuangan dengan disiplin memang tidak mudah, terutama karena kebutuhan hidup terus bertambah dan godaan pengeluaran selalu ada.
Sering kali, kita melakukan pembelian berdasarkan keinginan, bukan kebutuhan.
Hal ini tanpa disadari dapat mengganggu kestabilan keuangan usaha. Oleh karena itu, penting untuk memiliki ketegasan dalam pengelolaan keuangan, meskipun usaha Anda masih tergolong kecil atau menengah.
Salah satu cara untuk menerapkan disiplin keuangan adalah dengan memberikan gaji kepada diri sendiri, meskipun Anda adalah pemilik usaha.
Dengan sistem ini, Anda dapat lebih ketat dalam mengatur keuangan usaha dan mengurangi kemungkinan penggunaan dana usaha untuk keperluan pribadi.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, usaha kecil Anda dapat berkembang lebih baik dengan kondisi keuangan yang lebih sehat.
Semoga informasi ini bermanfaat!(*)