UPDATESATU.COM - Negara dengan iklim tropis seperti Indonesia sangat cocok untuk budidaya tiram.
Cara membudidayakan tiram relatif mudah, dan modal yang dibutuhkan pun tidak terlalu besar.
Salah satu tantangan utama dalam budidaya tiram adalah pembuatan baglog, yaitu media tanam yang telah berisi bibit tiram.
Namun, tidak perlu khawatir jika ini merupakan pengalaman pertama Anda dalam budidaya tiram. Sebagai langkah awal, baglog dapat dibeli dari pihak lain.
Seiring dengan perkembangan usaha, Anda dapat mencoba membuat baglog sendiri.
Berikut adalah beberapa langkah persiapan dan cara budidaya tiram yang dapat Anda ikuti:
Cara memulai bisnis Jamur Tiram
1. Menyiapkan Kumbung
Kumbung adalah tempat khusus untuk menyimpan dan merawat baglog hingga tiram tumbuh. Umumnya, kumbung memiliki rak bertingkat yang terbuat dari kayu. Dindingnya dapat menggunakan paranet atau genteng untuk menjaga kestabilan suhu.
Ukuran kumbung dan jumlah baglog yang akan dibudidayakan dapat disesuaikan, tetapi idealnya tinggi ruang tidak kurang dari 40 cm.
Rak dapat dibuat dalam dua hingga tiga tingkat dengan lebar sekitar 40 cm dan panjang setiap ruas rak sekitar 1 meter. Setiap ruas rak dapat menampung beberapa baglog, tergantung ukurannya.
2. Memilih Baglog Berkualitas
Kualitas baglog sangat memengaruhi pertumbuhan tiram. Baglog merupakan media tanam untuk menempatkan bibit tiram dan umumnya terbuat dari serbuk gergaji. Serbuk kayu tersebut dimasukkan ke dalam plastik berbentuk silinder, kemudian bagian ujungnya diberi lubang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya tiram saat tumbuh.
Saat ini, baglog tiram dengan berat 1 kg tersedia di pasaran dengan harga yang bervariasi. Untuk perawatan baglog, letakkan di rak kumbung dengan susunan vertikal atau horizontal.
Jika disusun secara horizontal, lubang baglog menghadap ke samping, sedangkan dalam posisi vertikal, lubang menghadap ke atas.
Penyusunan secara horizontal lebih disarankan karena dapat mencegah masuknya air berlebih saat penyiraman.
3. Penyiraman
Penyiraman dilakukan setelah panen pertama. Umumnya, penyiraman dilakukan tiga kali sehari menggunakan sprayer atau sistem kabut. Frekuensi penyiraman disesuaikan dengan suhu dan tingkat kelembaban kumbung.
4. Proses Panen
Panen dilakukan ketika permukaan baglog telah tertutup sepenuhnya oleh miselium. Biasanya, dalam waktu 1 hingga 2 minggu setelah pembukaan tutup baglog, tiram sudah dapat dipanen. Baglog dengan berat sekitar 1 kg dapat menghasilkan tiram sekitar 0,7 kg.
Jika dirawat dengan baik, satu baglog dapat dipanen beberapa kali sebelum akhirnya dibuang atau digunakan sebagai bahan kompos.
Jarak antara panen pertama dan panen berikutnya berkisar antara 2 hingga 3 minggu. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang ingin memulai usaha budidaya tiram. (*)